PerusahaanLayananMajalahKontak
Konsultasi via WhatsApp
figttyt

"With Love We Serve"

Copyright © 2026 mikalaglobalmedika.com

Beranda/Artikel/Cara Menyikapi Pasien dengan Sindrom Lennox-Gastaut Saat Sedang Kumat
Tips Kesehatan3 November 2026

Cara Menyikapi Pasien dengan Sindrom Lennox-Gastaut Saat Sedang Kumat

Cara Menyikapi Pasien dengan Sindrom Lennox-Gastaut Saat Sedang Kumat

Nikita Pishchugin / Unsplash

Kejang bisa datang kapan saja: saat anak sedang tertawa di ruang keluarga, saat makan, bahkan saat ia terlelap di malam hari. Dalam hitungan detik, suasana yang tenang bisa berubah menjadi panik.

Bagi keluarga yang mendampingi penyandang Sindrom Lennox-Gastaut (LGS), momen seperti ini bukan sekali dua kali terjadi. LGS adalah epilepsi berat yang membuat penyandangnya bisa mengalami beberapa jenis kejang, bahkan berkali-kali dalam sehari.

Kabar baiknya, ada hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga mereka tetap aman. Kuncinya satu: tetap tenang. Ketenangan Anda adalah pertolongan pertama yang paling berharga.

Kenali Dulu Jenis Kejangnya

Kejang pada LGS tidak selalu berupa tubuh yang kelojotan. Mengenali bentuknya membantu kita merespons dengan tepat:

  • Kejang tonik: tubuh tiba-tiba kaku, biasanya beberapa detik hingga sekitar satu menit. Paling sering terjadi saat tidur.

  • Kejang atonik (drop attack): otot mendadak lemas sehingga penyandang bisa jatuh tiba-tiba. Jenis ini paling berisiko menyebabkan cedera kepala dan wajah.

  • Kejang absans atipikal: tampak melamun atau "bengong", tidak merespons saat dipanggil.

  • Kejang mioklonik: sentakan otot singkat, seperti terkejut.

Karena jenisnya beragam, setiap penyandang LGS sebaiknya memiliki rencana penanganan kejang tertulis dari dokter. Rencana ini menjelaskan jenis kejang yang biasa dialami, kapan perlu obat darurat, dan kapan harus ke rumah sakit.

Langkah demi Langkah Saat Kejang Terjadi

  • Tarik napas, tetap di sisinya. Jangan tinggalkan penyandang sendirian sampai kejang benar-benar berhenti.

  • Lihat jam dan catat waktunya. Hitung berapa lama kejang berlangsung. Informasi ini sangat penting untuk keputusan berikutnya dan untuk dokter.

  • Jauhkan dari bahaya. Singkirkan benda keras, tajam, atau panas di sekitarnya. Jika memungkinkan, pindahkan ke tempat yang datar dan aman.

  • Lindungi kepalanya. Letakkan bantal, jaket, atau alas lembut di bawah kepala.

  • Miringkan tubuhnya ke satu sisi. Posisi ini membantu air liur atau muntahan keluar sehingga ia tidak tersedak. Jika kejang terjadi di kursi roda atau kursi mobil, cukup miringkan tubuhnya tanpa memindahkannya.

  • Longgarkan pakaian di sekitar leher, seperti kerah, dasi, atau kalung.

  • Ikuti rencana penanganan kejang dari dokter. Jika dokter sudah meresepkan obat darurat kejang, berikan sesuai petunjuk dan dosis yang tertulis.

  • Amati dan catat. Perhatikan bagian tubuh yang bergerak, ke mana arah mata, dan apa yang terjadi sebelum kejang. Jika aman, rekaman video singkat bisa sangat membantu dokter.

Untuk kejang absans yang singkat, biasanya cukup temani dengan tenang, pastikan ia aman, dan catat kejadiannya.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

Niatnya menolong, tapi beberapa kebiasaan yang masih sering dilakukan justru berbahaya:

  • Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut, termasuk sendok, jari, atau kain. Ini bisa melukai gigi, gusi, dan jari Anda sendiri.

  • Jangan menahan atau mengikat gerakan tubuhnya. Menahan gerakan bisa menyebabkan cedera otot atau tulang.

  • Jangan memberi makan, minum, atau obat lewat mulut sebelum ia benar-benar sadar dan bisa menelan dengan baik, kecuali sesuai petunjuk dokter.

  • Jangan mengguyur air atau mengoleskan minyak dengan harapan kejang cepat berhenti.

  • Jangan memberi bantuan napas (CPR) selama kejang berlangsung, kecuali ia tidak bernapas atau denyut nadinya tidak teraba setelah kejang berhenti.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis

Tidak semua kejang pada LGS memerlukan perawatan di rumah sakit, karena kejang singkat bisa terjadi berkali-kali dalam sehari. Namun, segera hubungi layanan gawat darurat 119 atau bawa ke IGD terdekat jika:

  • Kejang berlangsung lebih dari 5 menit, atau obat darurat dari dokter tidak menghentikannya.

  • Kejang terjadi beruntun, tanpa sempat sadar di antara kejang.

  • Ia sulit bernapas, bibir atau wajah tampak kebiruan.

  • Ia mengalami cedera, terutama di kepala, akibat jatuh.

  • Ia tidak kunjung sadar setelah kejang berhenti.

  • Kejang terjadi di dalam air.

  • Pola kejang berbeda dari biasanya, misalnya lebih lama, lebih sering, atau jenisnya baru.

Layanan gawat darurat medis 119 dari Kementerian Kesehatan RI bebas pulsa dan bisa dihubungi 24 jam, baik dari telepon seluler maupun telepon rumah.

Setelah Kejang Reda

Setelah kejang, penyandang biasanya tampak lemas, mengantuk, atau bingung. Ini wajar. Yang ia butuhkan saat itu adalah rasa aman:

  • Biarkan ia tetap dalam posisi miring dan beristirahat.

  • Bicaralah dengan suara lembut. Katakan bahwa ia aman dan Anda ada di sampingnya.

  • Periksa apakah ada luka, terutama di kepala, wajah, dan lidah.

  • Catat waktu, durasi, jenis kejang, dan apa yang terjadi sebelumnya di buku harian kejang. Catatan ini sangat membantu dokter menilai pengobatan.

Mencegah Cedera dalam Keseharian

Karena kejang atonik bisa membuat penyandang jatuh tiba-tiba, lingkungan yang aman adalah bentuk perlindungan sehari-hari:

  • Tanyakan kepada dokter apakah pelindung kepala (helm khusus) diperlukan untuk aktivitas sehari-hari.

  • Pasang pelindung di sudut meja dan furnitur yang tajam, dan gunakan alas lantai yang empuk di area bermain.

  • Selalu dampingi saat mandi, berenang, atau berada di dekat air. Mandi dengan pancuran lebih aman daripada berendam.

  • Pastikan obat diminum tepat waktu dan tepat dosis, karena obat yang terlewat bisa memicu kejang.

  • Jaga pola tidur yang cukup dan teratur.

Untuk Anda, Para Pendamping

Mendampingi penyandang LGS berarti selalu siaga, siang dan malam. Rasa lelah, cemas, bahkan takut adalah hal yang sangat manusiawi. Anda tidak harus menanggung semuanya sendirian.

Berbagi peran dengan anggota keluarga, bergabung dengan komunitas sesama orang tua, atau dibantu tenaga kesehatan terlatih bisa memberi Anda ruang untuk beristirahat. Ingat, pendamping yang sehat dan kuat adalah pendamping yang terbaik.

Di Mikala Global Medika, perawat dan caregiver kami siap membantu memantau kondisi, menjaga jadwal obat, dan mendampingi saat kejang terjadi, dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

With Love We Serve.

Konsultasikan kebutuhan pendampingan Anda melalui WhatsApp 0821-1448-8878 atau kunjungi www.mikalaglobalmedika.com.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis, rencana penanganan, maupun saran dari dokter yang merawat.

Sumber

  • Kejadian Gawat Darurat Medik, Laporkan ke 119 — Kementerian Kesehatan RI

  • Pertolongan Pertama Epilepsi yang Perlu Dilakukan — Alodokter

  • Seizure Rescue Medications and Seizure Action Plan — American Academy of Pediatrics

  • Lennox-Gastaut Syndrome — UPMC Children's Hospital of Pittsburgh

Bagikan artikel ini:

💬 WhatsApp📘 Facebook🐦 Twitter

Butuh Layanan Homecare?

Konsultasi gratis dengan tim Mikala Global Medika

💬 Konsultasi Sekarang

Artikel Lainnya

Belajar Menerima Ketidakadilan Hidup: Mengubah Kekecewaan Menjadi Kekuatan

Belajar Menerima Ketidakadilan Hidup: Mengubah Kekecewaan Menjadi Kekuatan

Baca →
Mengenal Dr. John Langdon Down (1828) Pengamat Down Syndrome

Mengenal Dr. John Langdon Down (1828) Pengamat Down Syndrome

Baca →
Rencana Menggandeng Salah Satu Kampus Kesehatan, Mikala Group Upayakan Tenaga Kesehatannya Untuk Lanjutkan Pendidikan

Rencana Menggandeng Salah Satu Kampus Kesehatan, Mikala Group Upayakan Tenaga Kesehatannya Untuk Lanjutkan Pendidikan

Baca →