Sahabat Mikala, masa kanak-kanak merupakan periode penting bagi pertumbuhan tulang, otot, dan sendi.
Pada fase ini, anak membutuhkan nutrisi yang cukup, aktivitas fisik yang sesuai usia, serta pemantauan tumbuh kembang agar dapat bergerak aktif dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Momentum peringatan kesehatan tulang dan sendi pediatrik menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan kesehatan tulang dan sendi anak sejak dini.
Tulang yang kuat dan fungsi sendi yang baik berperan penting dalam mendukung kemampuan anak berjalan, berlari, bermain, hingga mengembangkan keterampilan motoriknya.
Menurut World Health Organization (WHO), aktivitas fisik secara teratur pada anak dan remaja mendukung kesehatan tulang, perkembangan otot, serta perkembangan motorik dan kognitif.
Karena itu, menjaga kesehatan anak tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga kebiasaan bergerak setiap hari.
Mengenal Masalah Tulang Pediatrik pada Anak
Tulang pediatrik merupakan bidang kesehatan yang berfokus pada kondisi tulang dan sistem gerak anak.
Seiring pertumbuhan, anak dapat mengalami berbagai masalah muskuloskeletal, mulai dari cedera saat bermain hingga kondisi yang membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Beberapa masalah yang perlu diperhatikan antara lain:
Gangguan pertumbuhan tulang, termasuk kondisi yang memengaruhi perkembangan dan bentuk tulang.
Kelainan bentuk tungkai, seperti tungkai berbentuk O atau X yang perlu dinilai berdasarkan usia dan kondisi anak.
Cedera tulang dan sendi, misalnya akibat terjatuh atau benturan ketika beraktivitas.
Gangguan postur dan pola berjalan, terutama jika terlihat menetap, memburuk, atau menghambat aktivitas anak.
Tidak semua perubahan bentuk tubuh pada masa pertumbuhan merupakan penyakit. Namun, apabila orang tua menemukan keluhan yang menetap atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi Anak
Kabar baiknya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan keluarga untuk mendukung kesehatan tulang dan sendi anak.
1. Penuhi kebutuhan nutrisi seimbang
Berikan makanan bergizi yang mengandung protein, kalsium, vitamin D, dan nutrisi lain sesuai kebutuhan usia anak.
Susu dan produk olahannya, ikan tertentu, telur, serta sayuran dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Kebutuhan setiap anak berbeda, sehingga pemberian suplemen sebaiknya disesuaikan dengan saran tenaga kesehatan.
2. Ajak anak aktif bergerak
Bermain di luar ruangan, berjalan, berlari, menari, dan berolahraga sesuai usia dapat membantu mendukung kekuatan tulang dan otot.
WHO merekomendasikan anak usia 5–17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat per hari sepanjang minggu, dengan aktivitas penguat otot dan tulang setidaknya tiga hari dalam seminggu.
3. Biasakan postur dan aktivitas yang nyaman
Ajak anak berganti posisi setelah duduk cukup lama, gunakan perlengkapan sekolah yang sesuai, serta ciptakan lingkungan bermain yang aman.
Kebiasaan ini membantu anak bergerak dengan nyaman dan mengurangi risiko cedera.
4. Pantau pertumbuhan dan perkembangan motorik
Perhatikan kemampuan anak saat berdiri, berjalan, berlari, naik tangga, dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Bila muncul perubahan pola berjalan, nyeri berulang, keterbatasan gerak, atau kesulitan melakukan aktivitas yang sebelumnya mampu dilakukan, jangan menunda konsultasi.
Langkah-langkah tersebut dapat mendukung pencegahan kelainan tulang tertentu dan membantu orang tua mengenali masalah sejak awal.
Meski begitu, tidak semua kelainan dapat dicegah, sehingga pemeriksaan yang tepat tetap penting.
Kapan Anak Membutuhkan Pemeriksaan dan Fisioterapi?
Orang tua sebaiknya segera mencari pertolongan medis apabila anak mengalami nyeri berat setelah cedera, tidak mampu menumpu berat badan, atau mengalami pembengkakan disertai demam.
Kondisi seperti ini memerlukan penilaian segera.
Sementara itu, konsultasi terencana dapat dipertimbangkan apabila anak mengalami gangguan keseimbangan, keterlambatan keterampilan motorik, keterbatasan gerak, atau pola berjalan yang terus-menerus tidak biasa.
Fisioterapi anak dapat membantu mendukung kemampuan gerak, keseimbangan, koordinasi, kekuatan otot, dan fungsi aktivitas sehari-hari sesuai kebutuhan individual.
Programnya perlu didasarkan pada hasil asesmen dan, bila diperlukan, bekerja sama dengan dokter serta tenaga kesehatan lain. Fisioterapi bukan pengganti pemeriksaan medis untuk menentukan penyebab kelainan tulang atau sendi.
Mikala Global Medika Mendampingi Tumbuh Kembang Anak
Setiap anak memiliki perjalanan tumbuh kembang yang berbeda. Karena itu, perhatian orang tua, pemantauan rutin, dan dukungan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam membantu anak tumbuh aktif dan percaya diri.
Dalam momentum edukasi kesehatan tulang dan sendi pediatrik, mari jadikan perhatian terhadap kesehatan anak sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat muncul keluhan.
Konsultasikan kebutuhan fisioterapi dan pendampingan tumbuh kembang anak Anda bersama Mikala.
Dengan pendampingan yang sesuai kebutuhan, keluarga dapat memperoleh arahan untuk mendukung kemampuan gerak dan aktivitas anak secara lebih terencana.
Mikala Global Medika, Sahabat keluarga dalam perjalanan menjaga kesehatan dan kualitas hidup.
Referensi
World Health Organization. (2024, June 26). Physical activity.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (2023). Kids and their bones
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour.



