PerusahaanLayananMajalahKontak
Konsultasi via WhatsApp
figttyt

"With Love We Serve"

Copyright © 2026 mikalaglobalmedika.com

Beranda/Artikel/Mengenal Penyakit Limfoma dan Macam Jenisnya
Artikel Kesehatan14 September 2026

Mengenal Penyakit Limfoma dan Macam Jenisnya

Mengenal Penyakit Limfoma dan Macam Jenisnya

Photo by : https://kaboompics.com/ from Pexels

Sahabat Mikala, pernahkah Anda menemukan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan yang tidak kunjung hilang? Tidak semua benjolan merupakan kanker, tetapi pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap perlu diperhatikan.

Salah satu penyakit yang dapat berkaitan dengan pembesaran kelenjar getah bening adalah limfoma.

Limfoma merupakan kelompok kanker yang berkembang pada sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Sistem ini terdiri dari kelenjar getah bening, pembuluh limfatik, limpa, timus, sumsum tulang, serta jaringan limfatik lainnya. Secara umum, limfoma dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma Non-Hodgkin.

Apa Itu Limfoma?

Limfoma terjadi ketika sel limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, mengalami perubahan dan berkembang secara tidak terkendali. Sel abnormal tersebut kemudian dapat berkumpul di kelenjar getah bening atau jaringan limfatik lainnya.

Karena sistem limfatik tersebar di berbagai bagian tubuh, limfoma tidak selalu muncul hanya sebagai benjolan di leher. Penyakit ini dapat mengenai kelenjar getah bening di dada, perut, ketiak, selangkangan, atau jaringan limfatik lainnya.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, gejala yang dapat muncul antara lain pembengkakan kelenjar getah bening, demam berulang, keringat berlebihan pada malam hari, mudah lelah, penurunan berat badan, batuk atau sesak napas.

1. Limfoma Hodgkin

Jenis pertama adalah limfoma Hodgkin. Salah satu ciri penting penyakit ini adalah ditemukannya sel abnormal yang disebut sel Reed-Sternberg pada jaringan yang terkena. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan jaringan, bukan hanya berdasarkan adanya benjolan.

Limfoma Hodgkin sendiri terdiri atas dua kelompok utama, yaitu classical Hodgkin lymphoma dan nodular lymphocyte-predominant Hodgkin lymphoma (NLPHL). Classical Hodgkin lymphoma kemudian memiliki beberapa subtipe, termasuk nodular sclerosis, mixed cellularity, lymphocyte-rich, dan lymphocyte-depleted.

Salah satu gejala yang dapat muncul adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya tidak terasa sakit. Gejala lain dapat berupa demam, keringat malam yang berlebihan, kelelahan, dan penurunan berat badan yang tidak direncanakan.

2. Limfoma Non-Hodgkin

Jenis kedua adalah limfoma Non-Hodgkin (NHL). Berbeda dengan Hodgkin, Non-Hodgkin merupakan kelompok yang sangat beragam dan memiliki banyak subtipe. Limfoma ini dapat berasal dari sel B maupun sel T.

Non-Hodgkin juga dapat dibedakan berdasarkan kecepatan pertumbuhannya, yaitu indolen atau tumbuh lambat dan agresif atau tumbuh cepat. Perbedaan tersebut penting karena pilihan penanganan dan pemantauan dapat berbeda.

Beberapa contoh Non-Hodgkin lymphoma adalah diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL), follicular lymphoma, mantle cell lymphoma, Burkitt lymphoma, serta berbagai jenis limfoma sel T. NCI mencatat bahwa terdapat lebih dari 70 subtipe limfoma secara keseluruhan.

Apa Saja Gejala yang Perlu Diperhatikan?

Gejala limfoma dapat berbeda tergantung jenis dan lokasi penyakit. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

·        Benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak terasa sakit.

·        Demam yang berulang atau tidak diketahui penyebabnya.

·        Keringat malam yang berlebihan.

·        Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

·        Mudah lelah.

·        Batuk atau sesak napas.

·        Perut terasa penuh atau membesar.

·        Gatal pada kulit pada sebagian kasus.

Namun, memiliki satu atau beberapa gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang terkena limfoma. Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat terjadi akibat infeksi atau kondisi lain. Karena itu, pemeriksaan dokter tetap diperlukan.

Bagaimana Limfoma Didiagnosis?

Jika dokter mencurigai limfoma, pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui jenis dan stadium penyakit. Pemeriksaan dapat meliputi pemeriksaan fisik, tes darah, pemeriksaan pencitraan, serta pemeriksaan jaringan atau biopsi apabila diperlukan.

Penentuan jenis limfoma sangat penting karena setiap jenis dapat memiliki karakteristik dan pilihan terapi yang berbeda. Oleh sebab itu, seseorang sebaiknya tidak menyimpulkan jenis kanker hanya berdasarkan gejala atau hasil pemeriksaan sederhana.

Bagaimana Penanganannya?

Penanganan limfoma disesuaikan dengan jenis, stadium, kondisi pasien, serta faktor medis lainnya. Pilihan terapi dapat mencakup kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, terapi target, transplantasi sel punca, atau pemantauan aktif pada kondisi tertentu.

Karena itu, pasien membutuhkan penanganan dari dokter dan tim kesehatan yang memahami penyakit limfoma. Perawatan di rumah juga dapat menjadi bagian dari proses pendampingan, terutama ketika pasien membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari setelah menjalani terapi.

Peran Keluarga dalam Perawatan Pasien Limfoma

Sahabat Mikala, menghadapi kanker bukan hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga dukungan keluarga. Pasien dapat mengalami kelelahan, penurunan nafsu makan, perubahan kondisi fisik, atau membutuhkan bantuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam kondisi tertentu, keluarga dapat mempertimbangkan pelayanan home care, perawat home care, caregiver, perawatan pasien di rumah, maupun pendampingan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan dan rekomendasi tenaga medis.

Mikala Global Medika melalui layanan kesehatan berbasis kebutuhan keluarga dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai home care Indonesia, jasa perawat home care, perawat medis, serta pendampingan pasien di rumah.

Yang terpenting, jangan mengabaikan benjolan atau gejala yang menetap. Semakin cepat seseorang mendapatkan pemeriksaan yang tepat, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui dan langkah penanganan dapat ditentukan.

Kenali gejalanya, jangan takut memeriksakan diri, dan selalu konsultasikan kondisi kesehatan kepada tenaga medis yang kompeten.

Sahabat Mikala, kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke sahabat lainnya ya, supaya mereka juga bisa mendapatkan informasi kesehatan juga.

Bagikan artikel ini:

💬 WhatsApp📘 Facebook🐦 Twitter

Butuh Layanan Homecare?

Konsultasi gratis dengan tim Mikala Global Medika

💬 Konsultasi Sekarang

Artikel Lainnya

Hitunglah Hidup dengan Senyum Bukan Air Mata

Hitunglah Hidup dengan Senyum Bukan Air Mata

Baca →
Membuat Sup Daging Sapi dan Sayuran Hijau untuk Memperkaya Zat Besi Setelah Donor Darah

Membuat Sup Daging Sapi dan Sayuran Hijau untuk Memperkaya Zat Besi Setelah Donor Darah

Baca →
Bagaimana Mencegah dan Mengobati Penyakit Limfoma?

Bagaimana Mencegah dan Mengobati Penyakit Limfoma?

Baca →