PerusahaanLayananMajalahKontak
Konsultasi via WhatsApp
figttyt

"With Love We Serve"

Copyright © 2026 mikalaglobalmedika.com

Beranda/Artikel/Nyeri Dada Apa Bedanya dengan Gejala Penyakit Jantung?
Artikel Kesehatan27 September 2026

Nyeri Dada Apa Bedanya dengan Gejala Penyakit Jantung?

Nyeri Dada Apa Bedanya dengan Gejala Penyakit Jantung?

Foto oleh : Puwadon Sang-ngern dari Pexels

Sahabat Mikala, pernah merasakan nyeri dada lalu langsung berpikir bahwa itu adalah gejala penyakit jantung? 

Kekhawatiran tersebut memang wajar. Namun, tidak semua nyeri dada berarti serangan jantung. 

Ada berbagai kondisi lain yang juga dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman di area dada.

Memahami perbedaan nyeri dada dan sakit jantung penting agar kita tidak langsung panik, tetapi juga tidak mengabaikan tanda yang membutuhkan pertolongan medis. 

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan jantung, pencernaan, otot, maupun sistem pernapasan.


Nyeri Dada seperti Apa yang Perlu Diwaspadai?

Salah satu tanda penyakit jantung yang perlu diperhatikan adalah rasa tidak nyaman di dada yang terasa seperti ditekan, tertindih, berat, atau diremas. 

Keluhan tersebut dapat berlangsung beberapa menit dan pada kondisi tertentu dapat memburuk ketika melakukan aktivitas.

Gejala serangan jantung juga dapat disertai sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, pusing, atau rasa nyeri yang menjalar menuju lengan, bahu, punggung, leher, maupun rahang. 

Kementerian Kesehatan RI menyarankan agar nyeri dada yang tidak kunjung membaik, terutama jika disertai gejala tersebut, segera mendapatkan pemeriksaan medis.


Apakah Sakit Dada Sebelah Kiri Pasti Jantung?

Banyak orang menganggap sakit dada sebelah kiri selalu menunjukkan masalah jantung. 

Padahal, lokasi nyeri saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.

Nyeri di sebelah kiri maupun bagian lain dari dada dapat disebabkan oleh masalah otot dan tulang, gangguan pencernaan seperti GERD, maupun kondisi lainnya. 

Bahkan, nyeri yang terasa tajam dan berubah ketika posisi tubuh atau saat menarik napas dapat memiliki penyebab yang berbeda dari gangguan jantung.

Karena itu, perbedaan nyeri dada dan sakit jantung tidak sebaiknya ditentukan sendiri hanya berdasarkan lokasi rasa sakit. Pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.


Kapan Harus ke IGD?

Lantas, kapan ke IGD? Jika nyeri dada terasa berat, seperti ditekan atau tertindih, tidak kunjung hilang, atau muncul bersama sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain, jangan menunggu terlalu lama.

Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya mendapatkan pertolongan medis segera pada kondisi nyeri dada yang dicurigai berkaitan dengan serangan jantung. 

Pemeriksaan dapat membantu tenaga kesehatan menentukan penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai.


Jangan Menebak Penyebab Nyeri Dada

Sahabat Mikala, tubuh setiap orang dapat memberikan tanda yang berbeda. 

Karena itu, jangan menganggap nyeri dada sebagai keluhan biasa apabila terasa tidak seperti biasanya atau disertai gejala lain.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung.

Bagi pasien yang membutuhkan perawatan pasien di rumah setelah mendapatkan penanganan medis, keluarga dapat mempertimbangkan layanan perawat medis, perawat home care, atau pendampingan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

Mikala Global Medika hadir untuk membantu masyarakat memperoleh informasi dan layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga.

Jika nyeri dada terasa berat atau disertai gejala darurat, segera cari pertolongan medis.



Referensi


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Nyeri dada. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kementerian Kesehatan RI – Nyeri Dada


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Apakah sakit dada selalu menandakan penyakit jantung? Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kementerian Kesehatan RI – Apakah Sakit Dada Selalu Menandakan Penyakit Jantung?


Halodoc. (2025). Benarkah nyeri dada sebelah kiri jadi gejala serangan jantung? Halodoc – Nyeri Dada Sebelah Kiri dan Serangan Jantung

Bagikan artikel ini:

💬 WhatsApp📘 Facebook🐦 Twitter

Butuh Layanan Homecare?

Konsultasi gratis dengan tim Mikala Global Medika

💬 Konsultasi Sekarang

Artikel Lainnya

Tetap Melangkah Setelah Kehilangan: Menemukan Kembali Arah Hidup

Tetap Melangkah Setelah Kehilangan: Menemukan Kembali Arah Hidup

Baca →
Oatmeal untuk Lansia: Ide Sarapan dengan Buah Beri dan Kacang untuk Kesehatan Jantung

Oatmeal untuk Lansia: Ide Sarapan dengan Buah Beri dan Kacang untuk Kesehatan Jantung

Baca →
Biaya Kerja ke Jepang dan Peran Koperasi dalam Mendukung Tenaga Kesehatan

Biaya Kerja ke Jepang dan Peran Koperasi dalam Mendukung Tenaga Kesehatan

Baca →