John Dalton (1766–1844) merupakan ilmuwan asal Inggris yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan ilmu kimia modern.
Ia terkenal karena mengembangkan teori atom, tetapi Dalton juga memiliki kontribusi penting dalam sejarah ilmu penglihatan.
Dalton merupakan salah satu tokoh pertama yang melakukan penelitian ilmiah mengenai kondisi yang sekarang dikenal sebagai buta warna atau colour blindness.
Karena kontribusinya tersebut, istilah Daltonisme kemudian digunakan untuk menyebut kondisi buta warna di sejumlah negara.
Pengalaman Pribadi yang Menjadi Penelitian

Sumber: Radio Mitre S.A.
Ketertarikan Dalton terhadap buta warna berawal dari pengalaman pribadinya. Ia menyadari bahwa cara dirinya melihat warna berbeda dengan kebanyakan orang.
Kondisi serupa juga dialami oleh saudara laki-lakinya.
Pengamatan tersebut membuat Dalton bertanya-tanya mengapa suatu benda dapat terlihat memiliki warna tertentu bagi dirinya, tetapi tampak berbeda bagi orang lain.
Dalton kemudian melakukan pengamatan terhadap berbagai objek, termasuk warna bunga dan benda-benda berwarna.
Ia membandingkan persepsinya terhadap warna dengan persepsi orang lain.
Dari pengamatan tersebut, ia menyadari adanya kesulitan terutama dalam membedakan warna merah dan hijau.
Penelitiannya kemudian menjadi salah satu kajian awal yang terdokumentasi mengenai buta warna.
Penelitian John Dalton tentang Warna

Sumber: Cleveland Clinic
Pada 1794, Dalton menyampaikan penelitian mengenai penglihatan warna kepada Manchester Literary and Philosophical Society.
Pada tahun yang sama, ia menerbitkan karya berjudul Extraordinary Facts Relating to the Vision of Colours: With Observations.
Karya tersebut mendeskripsikan pengalaman Dalton mengenai persepsi warna dan menjadi catatan penting dalam sejarah penelitian buta warna.
Dalton sempat memiliki dugaan bahwa perbedaan penglihatannya disebabkan oleh cairan di dalam matanya yang memiliki warna tertentu.
Dugaan tersebut ternyata tidak tepat. Setelah Dalton meninggal pada 1844, matanya diperiksa sesuai permintaannya dan ditemukan bahwa cairan di dalam matanya tidak memiliki warna seperti yang ia duga.
Bagaimana Kondisi Dalton Dipahami Sekarang?

Sumber: Curioctopus
Kemajuan teknologi memungkinkan para ilmuwan melakukan penelitian lebih lanjut terhadap jaringan mata Dalton. Pada 1995, analisis genetik terhadap sampel matanya menunjukkan bahwa Dalton mengalami deuteranopia, yaitu salah satu bentuk buta warna merah-hijau yang berkaitan dengan tidak berfungsinya reseptor yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang menengah.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun hipotesis awal Dalton mengenai penyebab buta warna tidak benar, pengamatannya tetap memiliki nilai besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Penelitiannya membuka jalan bagi pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana manusia melihat dan membedakan warna.
Pelajaran dari John Dalton

Sumber: WordLayouts
Kisah John Dalton memberikan pelajaran bahwa pengalaman pribadi dapat menjadi awal dari sebuah penelitian ilmiah.
Dalton tidak hanya menyadari bahwa penglihatannya berbeda, tetapi berusaha mengamati, mencatat, membandingkan, dan mencari penjelasan berdasarkan pengetahuan yang tersedia pada masanya.
Penelitian Dalton juga menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang. Sebuah teori dapat terbukti kurang tepat, tetapi penelitian yang dilakukan dengan rasa ingin tahu dan metode yang baik tetap dapat menjadi dasar bagi penemuan berikutnya.
John Dalton bukan hanya ilmuwan yang mengembangkan teori atom, tetapi juga tokoh penting dalam sejarah penelitian penglihatan warna.
Referensi
Royal Society. John Dalton FRS: Scientists with disabilities.
Science History Institute Digital Collections. Extraordinary Facts Relating to the Vision of Colours: With Observations, John Dalton, 1794. Dokumen asli tersedia dalam Public Domain.
Manchester Literary & Philosophical Society. informasi mengenai penelitian Dalton dan hasil analisis matanya.
Royal Society of Chemistry. biografi dan kontribusi ilmiah John Dalton.



