Halo, Sahabat Mikala
Perawatan bayi baru lahir sering kali diwariskan dari generasi ke generasi. Tidak sedikit keluarga yang masih memegang berbagai kebiasaan tradisional karena dianggap membantu mempercepat penyembuhan atau menjaga kesehatan bayi.
Salah satu yang cukup sering ditemui adalah kebiasaan mengoleskan ramuan, bubuk, minyak, daun, kopi, bedak, atau obat tradisional pada tali pusat bayi baru lahir dengan harapan tali pusat lebih cepat kering dan lepas. Namun, apakah cara tersebut benar-benar yang terbaik?
Jawabannya adalah: Mitos.
Mengapa Tali Pusat Bayi Tidak Dianjurkan Diberi Ramuan atau Obat Tradisional?
Setelah bayi lahir, sisa tali pusat akan mengalami proses pengeringan alami sebelum akhirnya lepas sendiri dalam beberapa hari hingga minggu. Menurut rekomendasi kesehatan modern, perawatan tali pusat pada bayi yang sehat umumnya dilakukan dengan prinsip bersih dan kering (dry cord care).
Artinya, tali pusat tidak perlu ditutup dengan bahan tertentu dan tidak perlu diberi ramuan tambahan tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Mengoleskan bahan tradisional justru dapat meningkatkan risiko iritasi pada area tali pusat, kelembapan berlebih, kontaminasi bakteri, keterlambatan pengeringan, hingga infeksi. Kulit bayi baru lahir masih sangat sensitif sehingga lebih rentan mengalami gangguan apabila terpapar bahan yang belum terjamin kebersihan dan keamanannya.
Lalu Bagaimana Cara Merawat Tali Pusat yang Benar?
Sahabat Mikala, perawatan tali pusat sebenarnya relatif sederhana. Yang paling penting adalah menjaga area tali pusat tetap bersih dan tidak lembap. Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu menekan bagian tali pusat.
Saat mengganti popok, usahakan posisi popok tidak menutupi area tali pusat agar tetap mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Bila terkena kotoran atau cairan, bersihkan sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan keringkan dengan lembut. Selain itu, hindari menarik atau mencoba melepaskan tali pusat secara paksa meskipun terlihat hampir terlepas. Biarkan proses pelepasan terjadi secara alami.
Kapan Orang Tua Perlu Lebih Waspada?
Meskipun sebagian besar proses pelepasan tali pusat berlangsung normal, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan. Segera konsultasikan apabila ditemukan kemerahan yang meluas di sekitar pusar, keluar cairan berbau, nanah, perdarahan yang tidak berhenti, bayi tampak sangat rewel, atau muncul demam. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.
Tradisi Boleh Dijaga, Tetapi Keselamatan Bayi Tetap Prioritas
Sahabat Mikala, banyak tradisi keluarga lahir dari niat baik untuk merawat bayi. Namun seiring berkembangnya ilmu kesehatan, kita juga memiliki kesempatan untuk memilih praktik yang lebih aman berdasarkan pengetahuan medis saat ini. Menghormati tradisi dan mengikuti prinsip kesehatan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Yang terpenting adalah memastikan setiap keputusan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bayi.
Mikala Global Medika Hadir Mendampingi Keluarga
Masa setelah persalinan sering menjadi fase yang penuh penyesuaian bagi orang tua. Melalui layanan Perawat Medis, Babysitter, Dokter Visit, serta pendampingan kesehatan di rumah, Mikala Global Medika berupaya membantu keluarga mendapatkan pendampingan yang lebih nyaman dan profesional selama masa perawatan ibu dan bayi.
Karena setiap awal kehidupan layak mendapatkan perhatian dan perawatan terbaik. Menutup atau mengoleskan tali pusat bayi dengan ramuan atau obat tradisional bukanlah cara yang terbukti paling baik untuk mempercepat penyembuhan.
Yang lebih dianjurkan adalah menjaga tali pusat tetap bersih, kering, dan dipantau dengan baik sampai lepas secara alami. Karena dalam perawatan bayi baru lahir, sering kali langkah yang paling sederhana justru menjadi yang paling aman.
With Love We Serve
Referensi World Health Organization. (2013).
Postnatal care of the mother and newborn. Centers for Disease Control and Prevention. (2024).
Umbilical Cord Care. American Academy of Pediatrics. (2024). Newborn Umbilical Cord Care.



