Sahabat Mikala, pernahkah Anda melihat seseorang tiba-tiba mengalami wajah mencong, tangan menjadi lemah, atau berbicara tidak jelas?
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda stroke, sebuah kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu, baik karena adanya sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.
Ketika pasokan darah dan oksigen ke otak terganggu, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Karena itu, mengenali fakta tentang stroke menjadi penting bagi setiap keluarga.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan stroke?
Secara sederhana, stroke dapat terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah ke otak tersumbat atau pecah.
Berdasarkan penyebabnya, stroke umumnya dibedakan menjadi stroke iskemik akibat sumbatan pembuluh darah dan stroke hemoragik akibat perdarahan di otak.
Ada pula transient ischemic attack (TIA), yaitu episode sementara dengan gejala menyerupai stroke. Meskipun gejalanya dapat menghilang, kondisi tersebut tetap membutuhkan evaluasi medis karena dapat menjadi tanda adanya risiko stroke berikutnya.
Stroke menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia
Jika melihat fakta stroke di Indonesia, kondisinya memang perlu mendapatkan perhatian.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk.
Kementerian Kesehatan juga menyebut stroke sebagai penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 11,2% terhadap total kecacatan dan 18,5% terhadap total kematian.
Angka tersebut menunjukkan bahwa stroke bukan hanya persoalan kesehatan individu, tetapi juga dapat memberikan dampak besar bagi keluarga dan masyarakat.
Tekanan darah tinggi menjadi salah satu faktor risiko utama
Sahabat Mikala, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stroke adalah tekanan darah.
WHO menyebut hipertensi sebagai kontributor utama stroke, dan pengendalian tekanan darah merupakan bagian penting dalam menurunkan risiko.
Selain hipertensi, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko antara lain merokok, kolesterol tinggi, diabetes, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi garam, konsumsi alkohol berlebihan, serta beberapa kondisi jantung dan ginjal.
Stroke tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia
Ada anggapan bahwa stroke hanya dialami oleh lansia. Padahal, stroke dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Risiko memang meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, obesitas, dan penyakit jantung dapat membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi.
Karena itu, menjaga kesehatan sejak usia produktif tetap menjadi bagian penting dari pencegahan stroke dan bukan sesuatu yang perlu ditunggu sampai memasuki usia lanjut.
Kenali tanda stroke dan jangan menunggu
Salah satu hal terpenting dalam menghadapi serangan stroke adalah mengenali gejalanya dengan cepat. Wajah yang tiba-tiba terlihat tidak simetris, kelemahan pada salah satu lengan, serta kesulitan berbicara atau bicara menjadi pelo merupakan beberapa tanda yang perlu diwaspadai.
Gangguan keseimbangan dan perubahan penglihatan yang muncul secara mendadak juga dapat menjadi tanda stroke. Jika gejala tersebut muncul, jangan menunggu sampai membaik sendiri. Stroke merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Mengapa penanganan cepat sangat penting?
Sahabat Mikala, dalam kondisi pasien stroke, waktu memiliki arti yang sangat penting. Gangguan aliran darah ke otak dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan memunculkan berbagai komplikasi.
Penanganan di fasilitas kesehatan memungkinkan tenaga medis melakukan pemeriksaan untuk menentukan jenis stroke dan memberikan terapi yang sesuai.
Setelah fase akut terlewati, sebagian pasien mungkin membutuhkan proses rehabilitasi untuk membantu mengembalikan kemampuan fisik maupun fungsi lainnya.
WHO menekankan pentingnya diagnosis, pengobatan, dan rehabilitasi yang dilakukan secara tepat waktu.
Perjalanan pasien stroke tidak berhenti setelah pulang dari rumah sakit
Bagi sebagian keluarga, tantangan justru terasa semakin nyata ketika pasien stroke sudah diperbolehkan menjalani perawatan di rumah.
Pasien mungkin masih membutuhkan bantuan untuk bergerak, melakukan aktivitas sehari-hari, menjalani latihan, atau memenuhi kebutuhan dasar.
Dalam kondisi tertentu, perawatan pasien di rumah dapat membantu memberikan pendampingan yang lebih terarah sesuai kebutuhan pasien dan anjuran tenaga kesehatan.
Keluarga juga tidak harus menjalani proses tersebut sendirian. Home care pasien stroke dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang membutuhkan dukungan tenaga profesional selama masa pemulihan.
Kehadiran perawat orang sakit di rumah dapat membantu memberikan pendampingan sesuai kompetensi dan kebutuhan pasien, sementara keluarga tetap menjadi bagian penting dalam proses perawatan.
Bagaimana cara mencegah stroke?
Kabar baiknya, banyak faktor risiko stroke yang sebenarnya dapat dikendalikan. Pencegahan stroke dapat dimulai dengan menjaga tekanan darah, berhenti merokok, menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi garam, aktif bergerak, menjaga berat badan, serta mengelola diabetes dan kolesterol bila ada.
WHO memperkirakan sebagian besar beban stroke berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Artinya, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat memberikan kontribusi penting terhadap kesehatan jangka panjang.
Dukungan keluarga juga menjadi bagian dari pemulihan
Sahabat Mikala, pemulihan setelah stroke merupakan perjalanan yang berbeda bagi setiap orang.
Ada pasien yang dapat kembali beraktivitas dengan relatif cepat, sementara pasien lainnya membutuhkan waktu dan pendampingan pasien di rumah yang lebih panjang.
Dukungan keluarga, lingkungan yang nyaman, rehabilitasi, serta bantuan tenaga profesional dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Melalui pelayanan home care, keluarga dapat memperoleh dukungan sesuai kebutuhan pasien tanpa menghilangkan peran keluarga dalam proses perawatan.
Bagi Mikala Global Medika, layanan kesehatan bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, perhatian, dan pendampingan bagi pasien serta orang-orang yang menyayanginya.
Sahabat Mikala, stroke memang serius, tetapi banyak risikonya dapat dikendalikan. Mulailah dari hal sederhana: periksa tekanan darah secara berkala, bergerak lebih aktif, jaga pola makan, hindari rokok, dan jangan abaikan gejala yang muncul secara tiba-tiba.
Jika seseorang mengalami tanda-tanda stroke, segera cari pertolongan medis.
Dan ketika masa pemulihan membutuhkan dukungan lebih lanjut, Mikala Global Medika siap menjadi bagian dari perjalanan perawatan pasien dan keluarga.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, October 25). Cegah stroke dengan aktivitas fisik.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Pedoman nasional pelayanan klinis tata laksana stroke (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/304/2026).
World Health Organization. (2025, December 19). Stroke.
Feigin, V. L., Brainin, M., Norrving, B., Martins, S. O., Pandian, J., Lindsay, P., Grupper, M., & Rautalin, I. (2025). World Stroke Organization (WSO): Global stroke fact sheet 2025. International Journal of Stroke, 20(2), 132–144. [https://doi.org/10.1177/17474930241308142](https://doi.org/10.1177/17474930241308142)
Stroke Organization: Global Stroke Fact Sheet 2025 - PubMed



